Rumit

Tanpa sadar aku jatuh terhadap pelukmu.

Peluk yang menghangatkan walau hanya dengan senyuman.

Paras indah yang menghantui setiap malam dan juga suara yang tak kulupa. 

Begitulah Cinta memainkan perannya dengan menghasutku untuk jatuh lebih dalam lagi. 

Perlahan membuat sang pujangga masuk ke dalam palung bernama Angan dengan memikirkan legenda romansa seperti Romeo dan Juliet. Tragis. 

Begitulah Cinta memabukkanku dengan aroma-aroma khasnya. 

Perlahan gelombang-gelombang asmara kian hari kian memancar. 

Begitulah Jatuh Cinta bermain api dengan menyulut-nyulut kuasa dalam bayangan fatamorgana.

Pantaskah rasa bergeming terlalu lama hingga aku lalai?

Begitu masuk ke dalamnya, perangkap rapih dengan pita di atasnya tak akan bisa terbuka dengan  sendirinya. 

Pastilah engkau menyudahi semua ini agar serbuk romansa ini tak terlalu lama terperangkap.

Begitulah Cinta yang rumit. 

Tak ada kepastian di setiap baitnya. 

Tak ada yang tahu kapan kotak itu akan kembali terbuka dan mulai mengisinya dengan serbuk-serbuk yang baru. 

Atau mungkin, pita yang masih sama, bewarna merah muda dengan aksen mengkilap namun berbeda cara mengikatnya.

Tidakkah Cinta begitu rumit, tuan? 

Komentar

Postingan Populer