Monolog: Sudahlah, Cinta
Buta,
Buta begitukah adanya?
Begitu kau tahu dia sudah dengan yang lain,
masih adakah rasa cinta dalam hatimu?
Tuli,
Tuli begitukah dirimu?
Apakah kau tak bisa mendengar riuh-riuh huruf yang bergelimang di udara?
Mereka menertawakanmu karena bodoh menyukai milik orang lain.
Naif,
Naif begitukah dirimu?
Sungguh apa kau tak bisa merelakan dan pergi saja tanpa harus berbayang-bayang akan rupanya?
Oh ya,
Rupanya kau tak peduli sakit yang kau rasa.
Mengharap hal yang hanya menjadi angan-anganmu saja.
Mengharap cinta yang tidak dapat kau raih.
Padahal kau tahu, dari awal mengangguminya adalah hal yang mustahil untuk melanjutkan rasa kagum menjadi lebih,
lebih berharap.
Kau tahu cinta begitu manis dan pahit?
Begitulah kau menanamkan dan menumbuhkan rasa itu menjadi-jadi.
Kau,
bodoh.
Akulah kau yang bodoh itu.
Setitik harapan hanya membuatku berangan-angan gila di tengah ombak.
Menyedihkan.
Sudahlah, Cinta.
Komentar
Posting Komentar