Menurutmu, Cinta Itu Apa?

Sungguh mendebarkan dan memalukan saat pertama kali menemuinya. 

Bahkan tak pernah terbayang untuk melukisnya,

hingga akhirnya rasa itu tumbuh seiring berjalannya waktu. 


Bagiku, hal yang memalukan untuk diingat sekaligus melegakan karena seseorang telah mengirim lukisan itu untuknya.


Tidak, tidak pernah terjadi apa-apa di antara kami.


Bahkan setelah aku mencoba untuk jujur dengan perasaan ini, 

hal itu justru membuat semesta semakin membuat jarak di antara kami setelah sebelumnya mendekatkan kami.


Takdir, begitulah aku menyebutnya. 


Tentangku dan dirinya yang tak akan memulai kisah bersama. 


Apabila Rembulan dapat menafsirkan berapa malam aku mendamba dan mengangkat kedua tanganku untuk merelakanmu dalam anganku,

 

aku pastikan kau akan mulai mengerti egoisnya aku mengharapkan setitik balasan cintamu.






Komentar

Postingan Populer